Dinsdag 21 Mei 2013

24-Apr-2013


Wamentan: Sensus Pertanian Jadi Dasar Pembuatan Kebijakan Strategis KementerianSumber Berita : Sekretariat Jenderal
Pasuruan, Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan menekankan pentingnya pelaksanaan Sensus Pertanian pada tahun 2013 yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang sebagai dasar pembuatan kebijakan strategis di Kementerian Pertanian.

Sensus pertanian ini dilakukan 10 tahun sekali. Pelaksananya ada di BPS, tetapi pengguna terbesarnya adalah Kementerian Pertanian. Oleh karena itu kita berkepentingan terhadap sensus ini agar bisa dilaksanakan dengan baik dan dilakukan secara obyektif, kata Wamentan usai menghadiri acara Dialog Interaktif bertemakan Ketersediaan Informasi Untuk Masa Depan Petani yang Lebih Baik, yang dilaksanakan di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, Jumat (19/04).

Dijelaskan Wamentan, beberapa program strategis Kementerian Pertanian yang sangat terbantu dengan adanya sensus pertanian adalah  data kepemilikan lahan dan data populasi ternak sapi.
“Selama ini kita tahu bahwa rata – rata petani kita menguasai 0,3 hektar lahan pertanian. Nah, hasil Sensus Pertanian ini sangat kita tunggu apakah luasan lahan petani bisa lebih besar, bertahan pada lahan 0,3 hektar atau justru semakin kecil. Kalau semakin kecil, maka skala ekonominya pun tidak menguntungkan,” jelas Wamentan.
Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah akan mencari terobosan terkait dengan masalah minimnya lahan pertanian yang dimiliki para petani saat ini. Demikian juga dengan  data populasi ternak terutama stok sapi di lapangan. Menurut Wamentan, Data Sensus Pertanian bisa menjadi pembanding data Sensus Sapi 2011. Karena selama ini data tersebut dipakai untuk menentukan kuota impor. “Tahun 2013 ini kita impor 80 ribu ton, apakah jumlah itu masih sesuai atau tidak berdasarkan stok sapi dari Sensus Pertanian, karena itu kita sangat menunggu hasil Sensus Pertanian, ” jelasnya.
Ditambahkan Wamentan, jika nanti ada perbedaan data antara data Sensus Sapi tahun 2011 dengan Sensus Pertanian 2013, maka hal tersebut wajar saja karena waktu pelaksanaan sensus yang berbeda. “Kita juga tidak pernah merasa khawatir dengan perbedaan data karena kedua sensus tersebut dilaksanakan oleh lembaga yang sama yaitu Badan Pusat Statistik (BPS),” terangnya.  

Agar kegiatan Sensus Pertanian 2013 bisa berjalan sukses, Wamentan meminta para petani memberikan jawaban yang  jujur saat mendapatkan pertanyaan dari petugas sensus. "Kalau punya sapi satu, ya jawab satu, jangan ditambah atau dikurangi, karena ini sangat berpengaruh terhadap banyak sedikitnya persediaan daging di Indonesia. Begitu juga dengan pertanian, saya harapkan dapat menjawab sesuai dengan yang dimiliki para petani," katanya.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking