Vrydag, 24 Mei 2013

TEKNIK BUDIDAYA JARAK RAMBUTAN

TEKNIK BUDIDAYA JARAK RAMBUTAN
(RICINUS COMMUNIS L.)
Pengolahan Tanah
Sebelum ditanam, sebaiknya lahan dibersihkan dan dibajak (digemburkan) dan dibuatkan saluran drainase (saluran air) secukupnya atau bedengan setinggi 10-15 cm.
Pemilihan Benih
Biji jarak yang akan menjadi benih sebaiknya memiliki ciri-ciri seperti: moncong (bakal tumbuh) biji masih ada, kulit biji tidak terkelupas atau pecah, tidak ada bekas hama pada biji, dan biji tidak terlalu muda.
Penanaman
Waktu tanam yang baik adalah pada awal musim penghujan saat tanah dalam kondisi cukup basah, bersamaan dengan tanaman palawija. Benih jarak ditanam dengan cara ditugal sedalam 2-3 cm, menggunakan tali pelurus, tiap lubang tanam bisa diisi 1 atau 2 butir benih jarak kemudian ditutup dengan tanah secukupnya dan disiram secukupnya.
Jarak tanam
Dalam sistem monokultur (hanya tanaman jarak), jarak tanam yang digunakan adalah 2 x 2 m. Jika sistem tumpangsari (dicampur dengan tanaman pokok), jarak tanam yang digunakan adalah 2 x 5 m sehingga celah yang lebar tadi bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman palawija sebagai tanaman utama seperti jagung, kacang hijau, kacang tanah, dan lain-lain.
Pengairan
Apabila kondisi memungkinkan perlu dilakukan pengairan, terutama apabila terjadi kekeringan pada saat tanaman memasuki fase generatif (pembuahan).
Pemangkasan (Pruning)
Untuk memperoleh produksi jarak yang optimal, maka perlu dilakukan pemangkasan batang jarak yang masih muda atau belum berbunga, tujuannya untuk memperbanyak cabang sehingga akan berbanding lurus dengan banyaknya tandan buah atau malai yang terbentuk. Waktu pemangkasan yaitu dilakukan saat tanaman sudah memiliki daun sempurna sebanyak 5-10 daun, atau bisa juga menghitung dari jumlah buku batang yaitu 5-10 buku batang, dan setiap cabang yang terbentuk dari hasil pemangkasan bisa dipangkas lagi dengan cara tersebut sebelum berbunga. Water plant (cabang yang tidak produktif) hendaknya dihilangkan juga, karena akan berpengaruh pada hasil panen. Water plant ini muncul sejak tanaman masih muda dan akan sangat kelihatan saat tanaman akan mulai berbunga (saat berumur 3-4 bulan). Ciri-ciri water plant ini yaitu kurus tinggi dan daun kecil.
Pengendalian Hama
Hama yang biasa menyerang adalah hama ulat seperti: ulat tanah, ulat gerayak dan ulat jengkal. Pengendalian hama bisa dilakukan secara manual/mekanik apabila jumlahnya masih sedikit atau dibawah ambang ekonomi (tidak sampai merugikan). Akan tetapi, apabila jumlah hama sudah di atas ambang ekonomi, pengendalian bisa dilakukan dengan menggunakan obat kimiawi seperti pemberian Furadan 3 G 20-40 kg/ha (untuk ulat tanah) dengan cara ditugal saat penanaman, dan penyemprotan Sidecorn atau Sidemetrin (untuk ulat daun).
Pemanenan
Panen jarak dilakukan secara bertahap, tandan demi tandan dalam satu tanaman, buah jarak bisa dipanen mulai umur 4-5 bulan dan berakhir masa produktifnya saat berumur 10-12 bulan, tergantung dari tingkat kesuburan tanah. Waktu panen yang tepat apabila buah jarak sudah mulai mengering, tetapi perlu diketahui bahwa tingkat kemasakan buah dalam satu tandan tidak serentak. Panen dilakukan apabila dalam tandan buah sudah terdapat 30-75 % buah sudah mulai mengering.
Buah jarak yang telah dipetik, sebaiknya langsung dijemur untuk memudahkan proses pembijian, dan buah jarak yang sulit pecah bisa dipukul sekedarnya tetapi jangan sampai kulit biji pecah. Kemudian, biji bersih yang sudah diperoleh dijemur 1-2 hari apabila sinar matahari panas, atau 2-3 hari apabila sinar matahari tidak terlalu panas, agar tidak mudah rusak dalam proses penyimpanan.
buah jarak lebih baik di masukan dalam karung goni yang terbuat dari serat abaca, dan di simpan dalam gudang yang kedap udara dan kering tujuanya menjaga kadar air biji agar tidak terjadinya  proses pertumbuhnya kecambah.
Selamat menanam, semoga sukses...

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking