Dinsdag, 28 Mei 2013

budidaya kacang kapri

Budidaya Kacang Kapri

Latin: Pisum sativum

Inggris: Edible Podded Pea

Cultivar: Giant Pad, Taichung No.11



Pembibitan
Benih bermutu baik apabila utuh, tidak cacat, belum kadaluarsa, tidak mengandung campuran dengan biji atau benda lain, daya kecambah tinggi (> 80%), dan bebas dari penyakit bawaan berbahaya.

Pembenihan dilakukan dengan mengeluarkan benih dari polong kemudian dikeringkan selama 3 hari bila matahari bersinar penuh atau hingga polong cukup kering, sehingga tingkat kadar air benih diharapkan hanya sekitar 10-15%. Benih dipilih untuk mendapatkan benih yang baik dan ditempatkan dalam wadah tertutup rapat. Selanjutnua benih disimpan di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari.

Bibit yang digunakan tidak perlu disemai, tetapi langsung ditanam pada lahan yang sudah disiapkan

Pengolahan Tanah

Tanah yang diperlukan adalah tanah yang gembur, dengan pengolahan atau penyiangan rumput atau tanaman liar terlebih dahulu guna sirkulasi udara dalam tanah. Setelah lahan bersih, tanah dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm, selanjutnya diratakan.

Setelah digembur dan diratakan tanah dibuat menjadi bedengan dengan lebar sekitar 50 cm dan bedengan dibuat memanjang ke arah timur-barat guna menerima sinar matahari yang optimal. Jarak antar bedengan yang dipisahkan oleh parit saluran air dibuat sekitar 25-30 cm dengan tinggi bedengan sekitar 25 cm.

Penanaman

Jarak tanam antar lubang adalah sekitar 15-20 cm, sedangkan jarak antar barisan 50 cm. Kemudian benih kapri ditanam ke dalam lubang dan ditutup kembali dengan tanah. Benih kapri kelihatan tumbuh 5 hari kemudian

Pemeliharaan

Pengendalian gulma dilakukan dengan penyiangan dua kali selama masa pertumbuhan pada saat tanaman berumur sekitar 3 minggu dan 6 minggu dengan bantuan kored atau dengan dicabut. Pemberian pupuk kandang dilakukan 2-3 minggu sebelum tanam dengan dosis 10-15 ton per hektar atau 1-1,5 kg/m2.

Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Penggemburan tanah dilakukan untuk menggemburkan tanah yang memadat di sekitar tanaman akibat siraman hujan dan penyinaran matahari. Pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebanyak 2 kali yaitu setelah tanaman berumur 3 dan 5 minggu.

Tanaman kapri memiliki sulur dan tumbuh merambat, oleh karena itu perlu ditambahkan tongkat penopang  atau lanjaran untuk merambatkan tanaman. Pemasangan lanjaran ini sebaiknya dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu atau bila tingginya sudah sekitar 15 cm. Lanjaran yang digunakan dapat berupa bambu dengan panjang sekitar 150 cm dan ditancapkan di samping tanaman.

Pemupukan

Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan dapat dilihat pada table berikut ini:

Umur
Urea
SP36
ZA
KCl
Kg/hektar/musim tanam
Sebelum Tanam
124
250
180
3 minggu setelah tanam
124


Pemupukan tambahan berupa pupuk daun diberikan dengan cara penyemprotan pada permukaan bawah daun dan dilakukan pada pagi atau sore hari pada umur 20-30 hari setelah tanam.

Panen

Panen kapri polong muda dilakukan ketika umur tanaman mencapai 60 hari, sedangkan biji kapri dengan polong penuh dan warnanya masih hijau berumur sekitar 70 hari.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking