Woensdag 29 Mei 2013

budidaya timun suri

Menanam Timun Suri

timun mas adalah buah yang segar di konsumsi oleh masyarakat terutama di saat bulan puasa timun suri banyak di cari tuk hidangan cuci mulut ,dengan budidaya timun suri prospek bagi masyarakat terutama di saat bulan puasa berikut ini teknik budidaya timun suri
 
Persiapan Benih :
- pilih timun suri berukuran besar
- belah buah secara melintang lalu ambil bijinya
- jemur biji di bawah sinar matahari 2-3 hari hingga kering
- biji bisa disimpan dalam kotak selama 1 tahun
- sebelum ditanam biji dijemur lagi agar tumbuh baik

Cara Menanam :
- lahan dicangkul dan digemburkan
- buat bedengan 1.5 x 6 m. tinggi 30-40 cm. jarak 30 cm.
- diamkan selama 2-3 hari agar terkena sinar matahari
- lubangi lahan dengan tajuk berjarak 1x1 m. utk benih dn pupuk
- beri pupuk kandang 0.5 kg tiap tanaman
- beri pupuk NPK, SP36, dan KCL pada awal tanam 10 hr pertama

Penanaman dan Perawatan :
- masukkan 5 biji benih tiap lubang yang sudah diberi pupuk
- lakukan penyiraman tiap hari
- bersihkan gulma
- pindahkan bibit jika 1 lubang tumbuh lebih dari dua tanaman
- beri pupuk daun merek Gandasil 2-3 minggu sekali
- semprot pakai insektisida untuk membasmi kutu

Pertumbuhan :
- umur 21 hari keluar bunga
- umur 35 hari keluar pentil
- penyemprotan pupuk daun 2 hari 1 x
- penyemprotan pembasmi kutu dg Endrin 2 x seminggu

Panen :
- jika buah keluar getah dari pangkal berarti matang
- potong buah serta tangkai 2 cm
- panen pada pagi hari

pasca panen
biasanya para petani mendatangkan tengkulak langsung tujuannya untuk mempermudah penjualan dan tidak mau ambil resiko bila mana hasil panennya busuk / tidak lak

kasiat kayu manis

kasiat kayu manis
Informasi tanaman obat Kayu Manis (padang), semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kayu Manis (padang)
(Cinnamomum burmani (nees) Bl.)

Sinonim :
Cinnamomum chinense Bl. Cinnamomum dulce Nees. Cinnamomum kiamis Nees.

Familia :
Lauraceae.

Uraian :
Pohon tinggi dapat mencapai 15 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, lanset, warna daun muda merah pucat setelah tua berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai, tumbuh di ketiak daun, warna kuning. Buah buni, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang.

Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Cinnamomi Cortex, Cassia vera; Kayu Manis (Padang), Kayu Manis.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Pedas, agak manis, dan menghangatkan. KHASIAT Analgesik, stomakik, dan aromatik. PENELITIAN Harry Onggirawan, 1980. Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS. Telah melakukan penentuan koefisien fenol, minyak atsiri kulit Kayu Manis (Padang) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhosa. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata minyak atsiri kulit Kayu Manis (Padang) mempunyai daya antimikroba (koefisien fenol) 3,18 (berarti 3,18 kali lebih kuat daripada fenol) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daya antimikroba (koefisien fenol) 3,64 terhadap Salmonella typhosa. Ria Amelya, 1992. Jurusan Biologi, FMIPA UNAND. Telah melakukan penelitian pengaruh daya hambat Kayu Manis (Padang) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata sari Kayu Manis (Padang) dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1,1%, sedangkan pada konsentrasi 0,3%; 0,5%; 0,7%; dan 0,9% tidak dapat menghambat.

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Kulit kayu dan daun.

KEGUNAAN
1. Mencret.
2. Membangkitkan nafsu makan..
3. Memberi aroma pada makanan dan obat tradisional.
4. Nyeri pinggang
5. Rematik.
6. Sakit perut.

RAMUAN DAN TAKARAN
Mencret
Selain minum obat mencret sebaiknya juga diberi tapal
ramuan :
Kayu Manis (Padang) 3 gram
Buah Kayu Ules 2 gram
Rasuk Angin 2 gram
Rimpang Kencur segar 8 gram
Ketumbar 3 gram
jintan Hitam 2 gram
Mungsi 2 gram
Rimpang Lempuyang 10 gram
Pulosari 2 gram
Buah Adas 2 gram
Biji Kedawung 4 butir
Air sedikit

Cara pembuatan:
Dipipis hingga menjadi pasta.

Cara pemakaian:
Ditapalkan di seluruh bagian perut dan pakailah gurita.

Komposisi :
Kulit kayu: Minyak atsiri, tanin, damar, dan lendir.

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kayu Manis (padang).

Dinsdag 28 Mei 2013

hama pada tanaman bawang prei

petani bawang prei sering di resahkan oleh hama pada tanaman mereka berikut ini Hama yang sering diternukan di areal penanaman bawang prei antara lainnya

ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn). Hama ini bisa membuat tanaman rebah. Pangkal batang yang diserang akan memperlihatkan bekas gigitannya. Bisa juga batang sampai terpotong hingga putus.
Pengendalian :

-    secara kimia dengan menggunakan insektisida Dursban 20 EC dengan dosis 2-3 ml/i air.

-    Secara mekanis dengan mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.

Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.)
Pengendalian :

-    Secara kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.

-    Secara mekanis dengan cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.

Kutu loncat (Thrips tabacci Lind.)
Pengendalian : pergiliran tanaman bukan Liliaceae, menanam secara serempak, memasang perangkap serangga berupa kertas/ dengan insektisida Mesurol 50 WP.

Bercak ungu (Alternaria porri Ell.Cif.)
Pengendalian :

-    Secara kimia menggunakan fungisida Antracol 70WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.

-    Secara mekanis dengan perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.

Busuk daun/embung tepung (Peronospora destructor Berk.)
Pengendalian : menggunakan benih atau bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70WP atau Daconil 75 SP.

Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.)
Gejala : daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak.

Pengendalian : menggunakan bibit atau benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit dan fungisida Antracol 70WP dan Daconil 75WP.

budidaya bawang prei

TEKNIK BUDIDAYA BAWANG PREI

Bawang prei bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Dataran rendah yang terlalu dekat pantai bukanlah lokasi yang tepat karena pertumbuhan bawang prei menginginkan ketinggian sekitar 250-1.500 m dpl. Di daerah dataran rendah produksi anakan bawang prei juga tak seberapa banyak. Curah hujan yang tepat sekitar 1.500-2.000 mm/tahun. Daerah tersebut sebaiknya juga memiliki suhu udara harian 18-25°C. Tanah dengan pH netral (6,5-7,5) cocok untuk budidaya bawang prei. Bila tanah bersifat asam lakukan pengapuran pada saat pengolahan tanah. Jenis tanah yang cocok ialah andosol (bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung yang mengandung pasir (Anonymousb,2012).

1   Pembibitan 

Pembibitan bawang prei bisa diperbanyak lewat biji (dengan proses persemaian) maupun tunas anakan. Umumnya petani Indonesia menggunakan setek tunas.

Pembibitan dengan persemaian
Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2kg/m.
Bedengan diberi atap plastic bening stinggi 100-150cm disisi timur dan 60-80cm disisi barat.
Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam kurang lebih 0,5-1cm dengan jarak antar larikan 10cm.
Tutup dengan daun pisang/karung goni basah atau dengan lapisan tanah tipis-tipis.
Penyiraman setiap hari.
Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3-1/2 anjuran dengan semprot dalam waktu umur tanaman 1 bulan.
Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15cm siap dipindah tanamkan.
Kebutuhan benih asal biji sebanyak 1,5-2 kg/ha.


Kelemahan dari pembibitan biji dengan persemaian ini adalah panen bisa lebih lama 1 bulan daripada dengan bibit asal tunas anakan.

 Pembibitan dari Anakan
Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat.
Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua.
Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
Buang sebagian daun.
Bibit disimpan di tempat lembab da teguh selama 5-7 hari.
Kebutuhan setek adalah 200.000 setek/ha.


Bibit asal setek anakan bisa langsung ditanam ke lahan. Akan tetapi, terlebih dahulu kurangi perakaran dan potong sebagian daun untuk mengurangi penguapan.
(Susila, 2006)

Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.
Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat (lahan kering):
Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
Olah tanah sedalam 30-40cm hingga gembur.
Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
Buat bedengan selebar 80-100cm, tinggi 30cm dengan lebar antar bedengan 25-30cm.
Gunakan jarak tanam 20 x 25cm atau 20 x 30cm.
Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang dan ratakan permukaan bedengan.
Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH <6,5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomite dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30cm.
Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada tabel 1.


Tabel 1. Rekomendasi Pupuk untuk Bawang Daun pada Tanah Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Sedang (Maynard and Hocmuth,1999)

UmurUreaZASP36KClTarget
pH
Kg/ha/musimtanam6,5
Preplant4710031156-
2 MST93200112-
5 MST4710056-

MST = Minggu Setelah Tanam
(Susila, 2006)

  Penanaman

Biasanya ditanam dengan pola tanam tumpang sari.
Bibit ditanam di antara tanaman utama yang berumur lebih panjang dari bawang prei.
Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang prei harus dipanen.
Sistem tumpang sari sekarang banyak ditanam adalah dengan tanman cabe, wortel dan sayuran daun lain.
Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20cm sedalam 10cm.
Sebelum penanaman, bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang.
Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 persen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.
(Susila, 2006)

Pemeliharaan

Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam. Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan 6 minggu dengan cangkul/kored. Sambil melakukan penyaingan lakukan pendangiran.
Tanah digemburkan karena mungkin terjadi pemadatan akibat penyiraman air dan proses pengeringan oleh sinar matahari. Bila terlihat tanah kekurangan air maka perlu dilakukan penyiraman. Lakukan penyiraman hingga tanah di sekitar pertanaman cukup basah dan merata.
Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebeluum panen. Naikkan tanah di sekitar batang agar pangkalnya tertutup. Penimbunan memberikan wama putih pada batang bagian bawah sehingga memberikan penampilan yang menarik dan kualitas yang prima.
Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan.
Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu/jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit.


Panen

Umur panen 2,5 bulan setelah tanam.
Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.
(Susila, 2006)

 Pascapanen

Bawang prei dikumpulkan ditempat yang teduh, dicuci bersih dengan air menggalir/disemprot, lalu ditiriskan atau dikeringanginkan.
Diikat dengan tali raffia di bagian batang dan daunnya.
Berat tiap ikatan 25-50 kg.
Daun bawang disortir berdasarkan diameter batang (kecil : 1,0-1,4cm dan besar : 1,5-2cm).
Ujung daun dipotong sekitar 10cm.
Simpan pada temperature 0,8-1,40C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot.
Pengemasan di dalam peti kayu 20 x 28 cm tinggi 34cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa atau di dalam keranjang plastic kapasitas 20kg.

budidaya selada

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur semusim dan termasuk dalam famili Compositae. Menurut jenisnya ada yang dapat membentuk krop dan ada pula yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbenfuk "rosette". Warna daun selada hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad atau lalaban.

 Tanaman Slada

Persyaratan Tumbuh

Selada tumbuh baik di dataran tinggi (pegunungan). Di dataran rendah kropnya kecil-kecil dan cepat berbunga. Pertumbuhan optimal pada tanah yang subur banyak mengandung humus, mengandung pasir atau lumpur. Suhu yang optimal untuk tumbuhnya antara 15-20 0C, pH tanah antara 5-6,5. Waktu tanam terbaik adalah pada akhir musim hujan. Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.



Budidaya Tanaman

1. Benih

Beberapa jenis selada yang banyak dibudidayakan antara lain adalah :

Selada mentega atau juga disebut selada bokor/selada daun. Bentuk kropnya bulat, akan tetapi lepas/keropos.
Selada (heading lettuce) atau selada krop. Bentuk krop ada yang bulat ada pula yang lonjong/bulat panjang. Kropnva padat/kompak.


2. Persemaian

Biji dapat langsung ditanam di lapangan, tetapi pertumbuhan tanaman lebih baik melalui persemaian. Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (500C) atau dalam larutan Previcur N (1 ml/l) selama satu jam. Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah + pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan persemaian diberi naungan/atap screen/kasa/plastik transparan. Persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan yang terbuat daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah + pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun.

3. PengolahanTanah

Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm. Kemudian diberi pupuk kandang kuda atau sapi + 10 ton/ha, diaduk dan diratakan. Kemudian tanah dibuat bedengan lebar 100-120 cm. Apabila benih akan di tanam langsung, maka dibuat alur/garitan dengan cangkul yang dimiringkan. Jarak antara garitan + 25 cm. Tetapi apabila benih disemaikan terlebih dahulu maka dibuat lubang tanam dengan jarak 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm.

4. Penanaman

Penanaman secara langsung dilakukan dengan cara benih ditabur dalam garitan yang telah ditentukan. Jika melalui persemaian, bibit ditanam dengan jarak tanam seperti tersebut di atas, sehingga dalam satu bedengan dapat memuat 4 baris tanaman.


5. Pemupukan

Selain pupuk kandang, diperlukan pupuk nitrogen. Pada umur 2 minggu setelah tanam, pupuk N diberikan di dalam garitan sejauh + 5 cm dari tanaman. Kemudian pupuk ditutup dengan tanah. Dosis pupuk N + 60 kg N/ha atau 300 kg ZA/ha. Pupuk tersebut dapat diberikan dua kali dengan selang 2 minggu.

6. Pemeliharaan

Penjarangan dilakukan jika penanaman dilakukan secara langsung. Penyiraman dilakukan tiap hari sampai selada tumbuh normal (lilir), kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada tanaman yang mati, segera disulam dan penyulaman dihentikan setelah tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua.


7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

OPT penting yang menyerang tanaman selada antara lain kutu daun (Myzus persicae) dan penyakit busuk akar karena Rhizoctonisap . Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan memperhatikan ketepatan pemilihan jenis, dosis, volume semprot  waktu, interval aplikasi dan cara aplikasi.

 8. Panen dan Pascapanen

Tanaman selada dapat dipanen setelah berumur + 2 bulan. Panen dapat dilakukan dengan cara  mencabut batang tanaman dengan akar-akarnya atau memotong pangkal batang. Tanaman yang baik dapat menghasilkan + 15 ton /ha. Selada cepat layu, sehingga untuk menjaga kualitasnya, harus ditempatkan di wadah berisi air (biasa dilakukan di pasar hadisional).(Sumber:Balitsa)

budidaya kacang kapri

Budidaya Kacang Kapri

Latin: Pisum sativum

Inggris: Edible Podded Pea

Cultivar: Giant Pad, Taichung No.11



Pembibitan
Benih bermutu baik apabila utuh, tidak cacat, belum kadaluarsa, tidak mengandung campuran dengan biji atau benda lain, daya kecambah tinggi (> 80%), dan bebas dari penyakit bawaan berbahaya.

Pembenihan dilakukan dengan mengeluarkan benih dari polong kemudian dikeringkan selama 3 hari bila matahari bersinar penuh atau hingga polong cukup kering, sehingga tingkat kadar air benih diharapkan hanya sekitar 10-15%. Benih dipilih untuk mendapatkan benih yang baik dan ditempatkan dalam wadah tertutup rapat. Selanjutnua benih disimpan di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari.

Bibit yang digunakan tidak perlu disemai, tetapi langsung ditanam pada lahan yang sudah disiapkan

Pengolahan Tanah

Tanah yang diperlukan adalah tanah yang gembur, dengan pengolahan atau penyiangan rumput atau tanaman liar terlebih dahulu guna sirkulasi udara dalam tanah. Setelah lahan bersih, tanah dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm, selanjutnya diratakan.

Setelah digembur dan diratakan tanah dibuat menjadi bedengan dengan lebar sekitar 50 cm dan bedengan dibuat memanjang ke arah timur-barat guna menerima sinar matahari yang optimal. Jarak antar bedengan yang dipisahkan oleh parit saluran air dibuat sekitar 25-30 cm dengan tinggi bedengan sekitar 25 cm.

Penanaman

Jarak tanam antar lubang adalah sekitar 15-20 cm, sedangkan jarak antar barisan 50 cm. Kemudian benih kapri ditanam ke dalam lubang dan ditutup kembali dengan tanah. Benih kapri kelihatan tumbuh 5 hari kemudian

Pemeliharaan

Pengendalian gulma dilakukan dengan penyiangan dua kali selama masa pertumbuhan pada saat tanaman berumur sekitar 3 minggu dan 6 minggu dengan bantuan kored atau dengan dicabut. Pemberian pupuk kandang dilakukan 2-3 minggu sebelum tanam dengan dosis 10-15 ton per hektar atau 1-1,5 kg/m2.

Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Penggemburan tanah dilakukan untuk menggemburkan tanah yang memadat di sekitar tanaman akibat siraman hujan dan penyinaran matahari. Pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebanyak 2 kali yaitu setelah tanaman berumur 3 dan 5 minggu.

Tanaman kapri memiliki sulur dan tumbuh merambat, oleh karena itu perlu ditambahkan tongkat penopang  atau lanjaran untuk merambatkan tanaman. Pemasangan lanjaran ini sebaiknya dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu atau bila tingginya sudah sekitar 15 cm. Lanjaran yang digunakan dapat berupa bambu dengan panjang sekitar 150 cm dan ditancapkan di samping tanaman.

Pemupukan

Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan dapat dilihat pada table berikut ini:

Umur
Urea
SP36
ZA
KCl
Kg/hektar/musim tanam
Sebelum Tanam
124
250
180
3 minggu setelah tanam
124


Pemupukan tambahan berupa pupuk daun diberikan dengan cara penyemprotan pada permukaan bawah daun dan dilakukan pada pagi atau sore hari pada umur 20-30 hari setelah tanam.

Panen

Panen kapri polong muda dilakukan ketika umur tanaman mencapai 60 hari, sedangkan biji kapri dengan polong penuh dan warnanya masih hijau berumur sekitar 70 hari.

khasiat buah cepokak

Manfaat Buah Cepokak
Sehat alami adalah judul blog dari blog agusaji-Sehat alami.blogspot.com yang membahas semua artikel dari segala jenis makanan dan minuman kesehatan yang bersumber dari segala jenis tanaman dan buah-buahan yang dapat di ambil manfaat dan kegunaannya untuk keperluan hidup manusia.Ulasan saat ini yaitu tentang,
manfaat buah cepokak (solanum turvum)

Buah kecil yang ada pada gambar di atas merupakan gambar dari nama buah cepokak atau Solanum turvum yang banyak memiliki nama sebutan menurut daerah masing-masing ada yang bilang buah terong pipit ada yang bilang terong tekokak namun jenis ini memang ada yang sejenis dengan yang namanya rimbang dan memang hampir mirip sekali namun jika diperhatikan kalau buah rimbang itu agak berkulit halus dan agak mengkilat warna hijau kebiruan, untuk cepokak ini dia berkulit tidak halus dan tidak mengkilat dan untuk terong cepokak ini banyak di pakai sebagia masakan untuk lalapan atau bisa juga di gunakan untuk masakan yang lain misalnya saja di buat osengan yang di campurkan dengan ikan teri dan bunga pepaya, adapun guna dan Manfaat Buah Cepokak (Solanum turvum) ini sangat berguna untuk kesehatan tubuh dan diantaranya yaitu :

Menurunkan kolesterol
Sebagai obat analgetik
Sebagai obat untuk melancarkan peredaran darah
Mengobati batuk antitusif
Jika melihat kegunaan yang di miliki oleh cepokak ini maka alangkah beruntungnya jika di negri ini banyak sekali tumbuh buah tekokak ini sebagai tanaman yang dapat di ambil manfaatnya. Adapun kandungan unsur zat yang dimiliki oleh tepokak atau cepokak ini adalah :
Chlorogenin, untuk buah segar
Sisalogenone
Torvogenin
Vitamin A
Dan lain-lain
Melihat beberapa Manfaat Buah Cepokak (Solanum turvum) alangkah senangnya jika disekitar pekarangan atau halaman rumah kita tumbuh tanaman atau kita tanam tanaman tersebut agar dapat kita mengambil manfaat untuk kosomsi dan kesehatan keluarga kita.
Sehat alami mengucapkan terimahkasih telah membaca artikel yang singkat ini mudah-mudahan menjadikan manfaat untuk semua